blog image
Created by : admin - 2019-10-26 14:03:22

Foto: Haris Fadhil/detikcom

Jakarta - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, tidak mempersoalkan ikut sertanya aparatur sipil negara (ANS) dalam aksi super damai 2 Desember. Sebab, aksi itu mengagendakan doa bersama untuk negara.

"Nggak ada masalah. Silakan mau PNS, mau prajurit TNI, atau pun kepolisian membaurlah. Ini kan agendanya doa bersama untuk bangsa dan negara," kata Tjahjo usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Jadi ke-45 Korpri di Halaman Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).

Menurut Mendagri, aksi 2 Desember nanti tidak mengganggu ketertiban umum. "Saya kira kan cuma sebentar jadi boleh-boleh saja. Kalau mau salat Jumat bersama silakan," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Mendagri mengimbau agar masyarakat dari luar Jakarta tidak datang mengikuti kegiatan tersebut. Dia menyarankan agar warga mengadakan kegiatan serupa di daerah masing-masing. "Lebih baik diadakan di daerah daripada buang-buang uang ke Jakarta kan khawatir ada apa-apa di jalan," kata Mendagri.

Mendagri juga tidak akan memberi sanksi kepada kepala daerah yang memfasilitasi doa bersama di daerahnya. "Mau orang partai, PNS, wartawan silakan ikut. Saya minta kalau bisa diadakan doa bersama di daerah saja. Nggak ada sanksi untuk kepala daerah yang memfasilitasi demonstran," ungkap Tjahjo yang hadir menggunakan batik biru khas Korpri ini.

Ia tetap mengingatkan agar para ASN untuk tetap menjaga netralitas dalam perhelatan Pilkada di berbagai daerah. "Saya kira kami menginstruksikan kemarin kepada seluruh gubernur, ASN harus netral jangan terlibat dengan salah satu pasangan calon," imbaunya.


(aan/fdn)

sumber: detik.com