
Jakarta (16/3)- Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Ditjen Bina Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar webinar Sapa Desa bertema Penyelenggaraan Lomba Desa dan Kelurahan (Lomdeskel) dipimpin oleh Direktur Evaluasi Perkembangan Desa Anggar Pramudiani Widyaningtyas dan Analis Kebijakan Ahli Muda pada Subdit Standar Pedoman dan Evaluasi Harliandi Mulyadjaya, serta dimoderatori oleh Analis Kebijakan Ahli Muda Subdit Evaluasi Perkembangan Desa Wilayah II Simon Makarios Aruan secara virtual via zoom meeting dan live streaming youtube TV Bina Pemdes, Rabu (16/3).
Dalam acara tersebut Tyas mengatakan, tujuan pelaksanaan lomba desa dan kelurahan di tahun 2022 adalah untuk mengevaluasi dan menilai pemerintah desa beserta kelurahan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan; untuk mengetahui capaian desa dan kelurahan selama kurun waktu satu tahun; dan sebagai sarana apresiasi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah berupa penghargaan kepada pemerintah desa dan kelurahan atas prestasi yang telah dicapainya.
"Penyelenggaraan lomba desa dan kelurahan tahun 2022 tidak berbeda pelaksanaannya dengan lomba desa dan kelurahan pada tahun 2021, di mana pelaksanaannya di lakukan di masa pandemi Covid-19. Walaupun saat ini kasus covid-19 sudah turun, namun kita tetap harus memperhatikan pada protokol covid-19," kata Tyas.
Adapun untuk ragam peserta di antaranya, peserta Lomdeskel tingkat kecamatan yaitu desa dan kelurahan dalam satu wilayah kecamatan dengan tingkatan perkembangan desa dan kelurahan berkembang dan cepat berkembang; kedua adalah peserta Lomdeskel tingkat kabupaten/kota yaitu desa dan kelurahan yang menjadi menjadi juara 1 (satu) tingkat kecamatan tahun 2022 yang berada dalam satu wilayah kabupaten/kota; ketiga, peserta Lomdeskel tingkat provinsi adalah desa dan kelurahan yang menjadi juara I (satu) tingkat kabupaten/kota tahun 2022 yang berada dalam satu wilayah Provinsi; terakhir peserta Lomdeskel tingkat regional adalah desa dan kelurahan yang menjadi juara 1 (satu) tingkat provinsi tahun 2022 yang berada dalam satu regional.
Di akhir, Tyas juga berpesan terkait teguran dan sanksi apabila penyelenggaraan lomba desa dan kelurahan melanggar protokol kesehatan, panitia dapat mendiskualifikasi pelaksanaan kegiatan, jika situasi penanganan pencegahan Covid-19 tidak dapat di kendalikan.
Peserta terdiri dari Pemdes, Pendamping lokal desa (PLD), Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kelurahan, Kabupaten/Kota di berbagai wilayah Indonesia.