E, CNN Indonesia -- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo menyebutkan ada 40,9 juta penduduk Indonesia yang terancam longsor. Harus mulai dipikirkan penataan kota yang mengedepankan kearifan lokal.
Pasalnya, menurut Sutopo, bukan perkara mudah memindahkan warga dari satu tempat ke tempat lain. Apalagi pindah ke lain tempat bukan berarti aman dari bencana alam.
"Tidak mungkin memindahkan semua warga di daerah longsor ke daerah lain, misalnya ke pantai. Nanti ada risiko tsunami, Selain itu ada pula risiko banjir," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (15/12).
Bukan hanya mengancam 40,9 juta jiwa penduduk yang tinggal di kawasan rawan, longsor juga selama ini paling banyak menewaskan warga. Hampir 2/3 total korban bencana alam adalah korban tanah longsor.
Daerah Jawa merupakan kawasan paling rawan. "Terlebih saat musim hujan yang ekstrem ini," ujar Sutopo.
Namun selain faktor hujan ekstrim, penyebab longsor lebih disebabkan faktor manusia. Sutopo memperkirakan 80 persen penyebab longsor adalah karena manusia. "Sementara faktor perubahan iklim ternyata tidak terlalu signifikan," ujarnya.
Untuk kasus longsor Banjarnegara, Sutopo mempertanyakan keberadaan warga yang tinggal di sana, padahal daerah itu rawan longsor. Menurutnya Banjarnegara sudah terdegradasi luar biasa. Karena itu sudah seharusnya wilayah itu tidak ditinggali.
(obs).
Sumber : http://www.cnnindonesia.com/nasional/20141215161120-20-18259/bnpb-40-juta-warga-tinggal-di-kawasan-rawan-longsor/http://www.cnnindonesia.com/nasional/20141215161120-20-18259/bnpb-40-juta-warga-tinggal-di-kawasan-rawan-longsor/