Ditjen Bina Pemdes Kemendagri Gelar Lokakarya Desa dan Kelurahan Berprestasi dalam Peringatan Hari Desa Nasional 2026


Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa menyelenggarakan Lokakarya Desa dan Kelurahan Berprestasi sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Gedhe Kabupaten Boyolali dan diikuti oleh 250 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Rabu (14 Januari 2026).

Lokakarya secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Komjen (Purn) Akhmad Wiyagus, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Dalam laporan yang disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Murtono. Lokakarya bertujuan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa dan kelurahan, menyebarluaskan inovasi serta praktik-praktik baik (best practices) dari desa dan kelurahan berprestasi, serta memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung prioritas pembangunan nasional. “Lokakarya ini menjadi ruang strategis untuk berbagi pengalaman, inovasi, dan praktik terbaik desa dan kelurahan yang telah menunjukkan kinerja unggul, sehingga dapat direplikasi di wilayah lain,” ujar Sekretaris Ditjen Bina Pemerintahan Desa dalam laporannya.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan pembangunan desa adalah barometer kemajuan suatu negara dan sangat menentukan arah pembangunan nasional. Wiyagus menambahkan desa adalah garda terdepan pelayanan publik sekaligus penggerak utama pembangunan nasional berbasis potensi wilayah. Oleh karena itu, kemajuan desa dinilai sangat krusial.



Menurut Wiyagus, pencapaian visi Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud apabila tata kelola pemerintahan berjalan dengan baik serta pembangunan terhadap 75.266 desa dan 8.496 kelurahan dilakukan secara berkelanjutan dan inklusif Apalagi, pembangunan desa menjadi salah satu prioritas utama dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Sejalan dengan Astacita keenam, desa kini ditempatkan bukan lagi sebagai objek, melainkan sebagai subjek pembangunan yang berdaya, mandiri, dan inovatif. Peserta lokakarya terdiri dari Kepala Desa dan Lurah Berprestasi beserta Ketua Tim Penggerak PKK Desa dan Kelurahan terpilih, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) provinsi dan kabupaten/kota lokasi desa dan kelurahan juara, perwakilan kepala desa di Kabupaten Boyolali, serta desa dan kelurahan binaan kementerian/lembaga.

Rangkaian agenda lokakarya meliputi pembahasan isu-isu strategis desa melalui forum Semua Bicara Desa (SABISA) dengan tema “Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Mengakselerasi Program Prioritas Nasional Wujudkan Asta Cita” serta “Best Practice Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Inovatif dalam Mewujudkan Desa Berdampak dan Berdaya Saing”. Selain itu, dilakukan pula pemberian penghargaan kepada desa dan kelurahan peserta Pemerintahan Desa/Kelurahan Award tingkat nasional tahun 2025, yang merupakan juara I lomba desa dan kelurahan tingkat provinsi serta perwakilan desa dan kelurahan berprestasi binaan kementerian/lembaga.

Kegiatan lokakarya menghadirkan sejumlah narasumber dan pakar praktisi, antara lain Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Maluku Utara, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Direktur Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia, serta Kepala Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.