Pengumuman
X

PROGRAM PENGUATAN PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN DESA (P3PD)

http://binapemdes.id/artikel/detil/b6d767d2f8ed5d21a44b0e5886680cb9


⋅ Presiden disambut tarian adat di Banjarmasin ⋅ ⋅ Bupati Banjarnegara Perpanjang Masa Tanggap Darurat ⋅ ⋅ Tragedi Banjarnegara, 108 Jiwa Tertimbun dalam 5 Menit ⋅ ⋅ Dana Cadangan Bencana Triliunan Rupiah ⋅ ⋅ Mendagri tegaskan tak ada pemilih ganda jika KPU pakai DP4 Kemendagri ⋅

Mendagri tegaskan tak ada pemilih ganda jika KPU pakai DP4 Kemendagri




07-09-2018, 02:14 WIB    61 Kali    Berita Kemendagri

Mendagri hadiri deklarasi Menjaga Kedaulatan Data Kependudukan. ©Liputan6.com/Faizal Fanani


Merdeka.com - Koalisi pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menemukan 25 juta data pemilih ganda untuk Pemilu 2019. Menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, pemilih ganda tidak akan ditemukan apabila KPU menggunakan daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4) dari Kemendagri.

 

"Sebenarnya kalau ditanya pemilih ganda, harusnya ditanyanya ke KPU. Kalau KPU berdasarkan data DP4 Kemendagri harusnya clear, karena data kami, data by name dan by address," kata Tjahjo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/9).

Tjahjo menuturkan, DP4 Kemendagri telah mendata para pemilih secara rinci. Mulai dari nama, alamat dan pemilih remaja yang baru berusia 17 tahun pada hari H pencoblosan.

"Kalau KPU berdasarkan data DP4 Kemendagri harusnya clear, karena data kami data by name dan by adress. Sampai pemilih remaja, sampai hari H 17 tahun sudah ada datanya. Saya kira kalau KPUD merujuk data yang sudah diserahkan, seharusnya tidak ada ganda. Kalau toh ada, itu teknis," ungkapnya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini juga telah menurunkan jajarannya untuk menyisir pemilih ganda dalam DPT bersama KPU dan Bawaslu. Penyisiran akan dilakukan hingga 10 hari ke depan.

"Kami sekarang sudah ada tim di KPU, menyisir terus update, mengecek," ucapnya.

Sebelumnya, kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menolak rencana KPU menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pada pleno yang akan dilakukan Rabu (5/9). Sebab, pihaknya menemukan masih ada 25 juta data pemilih ganda dari 137 juta data pemilih sementara (DPS) yang mereka terima.

"Kami konfirmasi lagi ke KPU dari data itu, dari 137 jutaan pemilih dalam DPS terdapat 25 jutaan pemilih ganda," kata Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (2/9). [rnd]

sumber: merdeka.com