Pengumuman
X

PROGRAM PENGUATAN PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN DESA (P3PD)

http://binapemdes.id/artikel/detil/b6d767d2f8ed5d21a44b0e5886680cb9


⋅ Presiden disambut tarian adat di Banjarmasin ⋅ ⋅ Bupati Banjarnegara Perpanjang Masa Tanggap Darurat ⋅ ⋅ Tragedi Banjarnegara, 108 Jiwa Tertimbun dalam 5 Menit ⋅ ⋅ Dana Cadangan Bencana Triliunan Rupiah ⋅ ⋅ Mendagri tegaskan tak ada pemilih ganda jika KPU pakai DP4 Kemendagri ⋅

KAMPUNG DONGENG. INOVASI KEMASYARAKATAN KELURAHAN MUARA ENIM, LUBUK LINGGAU, SUMSEL




15-08-2019, 12:57 WIB    100 Kali    Berita Nasional

“Saya harus lebih menarik daripada gudget anak saya !”, adalah slogan yang harus menjadi spirit ibu-ibu Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Gerakan mendongeng tersebut diprakarsai oleh TP PKK Lubuk Linggau. Duplikasi Kampung Dongeng di Lubuk Linggau, diselenggarakan di Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuk Linggau, menjadi salah satu bentuk inovasi kemasyarakatan yang berhasil mengantarkan Kelurahan Muara Enim masuk di 5 besar dalam Lomdeskel tahun 2019.      

“Spirit Kampung Dongeng mengingatkan kita kembali bahwa ibu adalah madrasah utama dan pertama bagi anak-anak. Ketika gudget telah merampas waktu anak-anak dan ibu atau orang tua semakin terlena mengawasi anak-anaknya, maka tanpa disadari kedekatan emosional dan komunikasi atau silaturahmi anak dan orang tua pun semakin terkikis. Gudget itu sangat menarik bagi anak-anak. Oleh karenanya agar ibu menjadi sosok yang lebih menarik daripada gudget, maka ibu milenial harus berusaha 2x  lebih keras bersaing dengan pesona gudget. Dan bagi kami, cara paling efektif untuk memecahkan persoalan tersebut adalah dengan dongeng, sebagaimana dilakukan oleh orang tua dan nenek-nenek kita dalam menanamkan nilai-nilai moral. Dongeng memiliki instrumen yang lengkap untuk membentuk karakter anak-anak terutama di bawah usia 10 tahun”, ungkap Hj. Yetti usai pemaparan Calon Juara Lomdeskel Tahun 2019 di Kantor Ditjen Bina Pemdes, Kemendagri, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta, Kamis, 8 Agustus 2019.

Di hadapan Dewan Juri, Hj. Yetti memaparkan bahwa Kota Lubuk Lingga memiliki Kampung Dongeng (Kado) resmi yang dibina oleh Pendongeng Nasional Awam Prakoso. Lubuk Linggau adalah duplikasi Kampung Dongeng yang ke-17 nasional dan ke-2 yang dibidani oleh TP PKK. TP PKK pertama pemrakarsa Kampung Dongeng adalah TP PKK Bangka Belitung atau Pangkal Pinang (agak lupa).

Hj. Yetti dan kawan-kawan pertama kali mengikuti pelatihan mendongeng di Kemah Dongeng (KD) di Situgintung, Tangerang, Banten. Berkemah di tempat bencana. Kemudian sepulang dari pelatihan, Hj. Yetti dan kawan-kawan Kader PKK mendirikan KD di Lubuk Linggau, bertempat di samping kediaman walikota. Kini setiap minggu rutin pada hari Rabu dan Jum’at kurang lebih ada 100an anak PAUD dan TK, serta SD diangkut dengan Bus Sekolah milik Dinas Pendidikan, untuk mendengarkan dongeng. Karena Bus Sekolah pada jam-jam sekolah banyak menganggur, maka atas dukungan Dinas Pendidikan biaya operasional dapat dihemat secara maksimal. Kurang lebih 20 pendongeng Kader PKK yang secara rutin bergiliran melayani antusiasme anak-anak generasi milenial tersebut.

Kampung Dongeng (KaDo) adalah sebuah wadah bagi segala aneka aktivitas yang memacu kreativitas anak. Pemrakarsanya tak lain adalah salah seorang tokoh pendongeng yang kini semakin dicintai para pendidik dan anak-anak yaitu Awam Prakoso (akrab disapa Kak Awam). Berdiri pada 18 Mei 2009, Kampung Dongeng menegaskan bahwa kehadirannya concern pada pertumbuhan dan perkembangan anak-anak Indonesia. Sedangkan sejumlah aktivitasnya, antara lain adalah menggelar Pekan Kampung Dongeng di seluruh Indonesia, dengan menyajikan materi seperti Bermain Bersama, Workshop Kreativitas Anak, Ajang Unjuk Bakat, dan tentu saja Pentas Dongeng. Kegiatan lainnya? Masih banyak lagi, seperti Kampung Dongeng Keliling Kampung; Workshop Nasional Kampung Dongeng; dan Kampung Dongeng Jelajah Indonesia. Kak Awam sendiri menargetkan dapat membentuk 1.000 Kampung Dongeng di seluruh Indonesia. Berminat buka Kado ? (Agt)