Berita Kemendagri

Mendagri Harap Kekerasan terhadap Pemuka Agama di Yogya yang Terakhir


Tgl. Posting: February 13, 2018 Dilihat: 187

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA untuk Pilkada 2018 yang Berintegritas, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).(KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI)


JAKARTAKOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolomenyatakan kesedihan atas aksi kekerasan terhadap pemuka agama yang terjadi akhir-akhir ini.

 

"Sedih, bahwa seharusnya menjaga kebinekaan, saling menghargai," ujar Tjahjo di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (12/2/2018).

 

Karena itu, Tjahjo berharap kejadian penyerangan seperti yang terjadi di Gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta kemarin, Minggu (11/2/2018), menjadi peristiwa yang terakhir.

 

"Kejadian Yogyakarta menyedihkan, termasuk juga beberapa penyerangan di pondok pesantren yang ada. Semoga ini yang terakhir, tidak kembali berulang," ujar Tjahjo.

 

Alasannya, kata Tjahjo, setiap warga negara Indonesia (WNI) berhak untuk memeluk agama dan keyakinannya. Dia pun berharap tercipta kerukunan umat beragama di Tanah Air.

 

"Saya kira (kita) diberikan kebebasan sebagaimana sila pertama Pancasila. Arahan Bapak Presiden, mari kita menjaga kerukunan antarumat beragama," kata dia.

 

Tjahjo pun meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang terjadi di sejumlah daerah tersebut.

 

"Kami menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk menindak atau mengusut," kata dia.

 

Ia juga telah memerintahkan kepala daerah untuk mencermati setiap gelagat yang ada di daerah guna mencegah kejadian serupa.

 

"Saya sudah koordinasi dengan Kesbangpol, dengan Pak Gubernur, untuk mencermati gelagat perkembangan dan dinamika yang muncul di sejumlah daerah," ucap dia.

 

Sejumlah kekerasan terhadap pemuka agama terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

 

Misalnya, penyerangan terhadap pimpinan Pesantren Al Hidayah, KH Umar Basri bin Sukrowi, di Cicalengka, Bandung, Jawa Barat. Saat tengah berzikir, seorang pria masuk masjid dan langsung menganiaya Umar Basri pada 27 Januari 2018.

 

Kemudian, tokoh Persatuan Islam Indonesia (Persis), HR Prawoto,meninggal di rumah sakit setelah dianiaya seseorang yang diduga mengalami depresi (sakit jiwa) pada awal Februari.

 

Lalu kejadian penolakan seorang biksu bernama Mulyanto Nurhalim dari sejumlah warga Kampung Baru RT 01/01 Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten

 

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (7/2/2018). Namun, video tersebut baru ramai pada Sabtu (10/2/2018) kemarin.

 

Kemarin, Minggu (11/2/2018), orang tak dikenal menyerang Gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta, saat misa dilaksanakan. Umat yang sedang menghadiri misa terluka, begitu pula dengan Pastor Karl-Edmund Prier, biasa dipanggil Romo Prier, yang sedang memimpin misa.

 

sumber: nasional.kompas.com

Komentar

Belum ada komentar

Posting comments after three months has been disabled.


shadow