Berita Nasional

Jokowi: RI Negara Besar, Sudah Saatnya Membantu Bukan Dibantu


Tgl. Posting: February 12, 2018 Dilihat: 229

Presiden Jokowi Buka Raker 'Diplomasi Zaman Now' Foto: Rengga Sancaya/detikFoto


Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa Indonesia adalah negara besar karena tergabung dalam organisasi G-20. Ia meminta Indonesia tidak lagi mencari-cari bantuan dari negara lain.

"Yang perlu saya ingatkan, kita ini sudah masuk negara di G-20. Artinya kita ini sudah masuk golongan negara besar, jangan lagi ada yang merasa inferior, merasa kita ini rendah," kata Jokowi dalam pidatonya di depan kepala perwakilan RI di Gedung Pancasila, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (12/2/2018).

"Kita jangan lagi mencari-cari bantuan-bantuan. Kita itu seharusnya sudah harus membantu, membantu, membantu. Dibalik, jangan nanti begini lagi (sambil membalikkan tangan). Kita ini negara besar," sambungnya menegaskan.

Jokowi kecewa apabila masih ada yang menganggap Indonesia negara kecil. Ia juga heran apabila Indonesia masih meminta bantuan dari negara lain.

"Kita sudah masuk ke G-20, tapi kita nggak merasa, menjadi negara kecil saja. Di ASEAN yang masuk G-20 kita saja. Negara gede kita ini. Jadi sekali lagi, untuk menunjukkan itu kita harus merasa besar. Kok masih merasa kecil, memerlukan bantuan-bantuan?" kata Jokowi.

"Ndak saya bilang. Kalau perlu kita bantu negara-negara yang memerlukan bantuan. Kita bantu, kita datang. Kemarin terutama negara-negara di Pasifik kita bantu. Jangan merasa negara kecil. Harus merasa negara gede," tambahnya.

Selain soal bantuan, Jokowi meminta para duta besar hingga konjen memperhatikan perlindungan terhadap WNI. Ia mengaku terus mengikuti perkembangan WNI di negara lain.

"Terakhir yang ingin saya sampaikan tentang perlindungan WNI. Saya mengikuti terus laporan-laporan yang diberikan Menlu. WNI yang telah dibebaskan dari penyanderaan di Filipina misalnya. Terakhir 2, terus masih ada di dalam. WNI yang dibebaskan dari hukuman mati, terus WNI yang dipulangkan dari daerah konflik, ini juga jumlahnya lebih dari 50 ribu orang," bebernya. 
(dkp/hri)

sumber: detik.com

Komentar

Belum ada komentar

Postkan komentar



shadow