Berita Nasional

Jokowi: Jika Regulasi Berlebihan, Inovasi Startup Tidak Muncul


Tgl. Posting: September 20, 2017 Dilihat: 92

Presiden Joko Widodo bersama pimpinan ormas mengumumkan Perpres 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (6/9/2017).(KOMPAS.com/IHSANUDDIN)

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonomi digital di Indonesia berkembang begitu pesat, sejalan dengan kemajuan teknologi. Untuk mendukung kemajuan ekonomi digital tersebut, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mengaku pemerintah memiliki sejumlah strategi.

Salah satu strategi yang dimaksud Jokowi adalah keleluasaan untuk bereksperimen harus diberikan kepada seluruh masyarakat. Pasalnya, menurut Jokowi, inovasi membutuhkan eksperimen.

"Berarti startup (perusahaan rintisan) jangan dicekik regulasi berlebihan, jangan terlalu diatur-atur. Inovasinya malah tidak muncul," kata Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Talkshow Ekonomi Baru di Era Digital di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (20/9/2017).

Menurut Jokowi, Indonesia nemiliki terlalu banyak regulasi dan aturan. Meskipun sudah dipangkas, tetap saja aturan masih banyak dan jumlahnya hingga mencapai 42.000 regulasi.

Aturan yang banyak dan berbelit-belit akhirnya malah menghambat inovasi. Oleh karena itu, imbuh Jokowi, ia dan pemerintah terus berkomitmen untuk memangkas dan menyederhanakan aturan.

"Tugas saya menggempur aturan-aturan itu agar semakin sedikit, sehingga kita lincah dan fleksibel dalam melakukan inovasi," ungkap Jokowi.

Jokowi menyatakan, agar dapat berkembang, maka startup harus diberikan ruang yang sebesar-besarnya. Di sinilah peran penting deregulasi aturan yang menghambat munculnya pola-pola inovasi baru.

"Dulu izin itu sedikit, kemudian ada syarat-syarat, kemudian dinaikkan jadi izin, sehingga semakin banyak aturan dan izin," tutur Jokowi.

sumber: kompas.com

Komentar

Belum ada komentar

Postkan komentar



shadow