Berita Nasional

Di Zaman Jokowi: Dana Pendidikan Naik 27% dan Infrastruktur Naik 123%


Tgl. Posting: September 14, 2017 Dilihat: 244

Foto: Dok. Kementerian PUPR

Jakarta - Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) mengusung konsep Nawa Cita dalam pemerintahannya. Artinya pembangunan ekonomi akan dilakukan mulai dari pinggir, atau wilayah yang selama ini terbelakang.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan Nawa Cita memprioritaskan program infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

"Pemerintah alokasikan belanja prioritas dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Alokasi belanja pendidikan meningkat sebesar 27,4% pada periode 2015 - 2017 dibandingkan 2011 - 2014. Pada 2017 alokasi capai Rp 416,1 triliun, atau sesuai konstitusi 20% dari APBN," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2017 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Acara ini dibuka oleh Presiden Jokowi dan dihadiri sejumlah menteri, serta perwakilan dari Kementerian/Lembaga (K/L) dan Pemerintah Daerah.

 

Dalam acara itu, Sri Mulyani juga mengatakan, anggaran kesehatan di masa pemerintahan Jokowi naik 83,2% sepanjang 2015-2017, dibandingkan 2011-2014. Alokasi anggarannya Rp 104 triliun, atau 5% dari total APBN.

"Pendidikan dan kesehatan jadi prioritas dari pemerintah, karena penting tingkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia). Alokasi belanja infrastruktur meningkat 123,4% pada 2015-2017 dibanding 2011-2014. Pada 2017 alokasi capai Rp 387,3 triliun atau 18% dari APBN. Anggaran ini meningkat secara signifikan dibanding tahun sebelumnya dan melalui peningkatan efisiensi belanja," papar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Bank Dunia ini mengatakan, anggaran perlindungan masyarakat miskin, belanja sosial, termasuk dana desa juga menjadi perhatian pemerintah.

"Saat ini jumlah perlindungan sosial Rp 180,1 triliun atau 8,6% dari APBN pada 2017. Namun apabila dana desa masuk yang meningkat serta beberapa pos utk masyarakat miskin jumlahnya mencapai Rp 273,7 triliun atau 13,5% dari APBN 2017. Untuk 2018 presiden telah sampaikan ke dewan jumlahnya meningkat dekati Rp 300 triliun," papar Sri Mulyani. (wdl/mkj)

sumber: detik.com

Komentar

Belum ada komentar

Postkan komentar



shadow