Berita Daerah

Lembang Pata’ Padang Berinovasi Di Segala Bidang


Tgl. Posting: September 2, 2016 Dilihat: 358
Kepala Lembang Pata’ Padang (No 2 kanan) bersama pendamping dari Sulawesi Selatan
 
JAKARTA ■ Desa atau Lembang Pata’ Padang adalah desa peraih Juara II Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional Tahun 2016 untuk Wilayah III Kalimantan dan Sulawesi.  Boleh saja lokasi wilayahnya di pelosok pedalaman dan jauh dari pusat peradaban. Ratusan kilometer harus ditempuh dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Namun pemikiran dan gagasan masyarakatnya tidak boleh ketinggalan.

Visi Lembang Pata’ Padang adalah : Meningkatkan Kemandirian Untuk Mencapai Kesejahteraan. Dan misinya adalah : a) Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia, b) Meningkatkan Sarana dan Prasarana Keagamaan, c) Meningkatkan Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Kesehatan, d) Meningkatkan Sarana dan Prasarana Pembangunan Jalan e) Meningkatkan Pengembangan Ekonomi Masyarakat, f) Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata dan g) Meningkatkan Rasa Aman dan Tentaram.

Jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Lembang pada TA 2014 sebesar Rp. 241.481.600,- yang terdiri dari : Pendapatan Asli Lembang (PAL) sebesar           Rp. 20.000.000,- dan Alokasi Dana Lembang sebesar Rp. 221.481.600,-. Pada tahun 2015, APB Lembang meningkat menjadi Rp 764.359.505,- yang terdiri dari tiga komponen sumber pendanaan : Pendapatan Asli Lembang sebesar Rp. 25.000.000,-

Alokasi Dana Lembang sebesar Rp. 461.849.000,-, dan Dana Lembang (Dana Desa) sebesar Rp. 277.510.505,-. Melonjak hampir dua kali lipat. Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Pemerintah Lembang Pata’Padang sudah memiliki kantor yang dibangun pada tahun 2007, yang sampai saat ini masih tetap berdiri kokoh karena tetap dipelihara dengan baik, juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas dalam memberikan pelayanan.

“Lomba ini telah membawa langkah baru dalam hidup saya. Seandainya saya tidak jadi Kepala Lembang, saya tidak akan pernah menginjakkan kaki saya di Jakarta. Mimpi saya setelah dari Jakarta, saya akan lebih bersemangat lagi membangun desa saya. Mohon dukungan dari berbagai pihak untuk suksesnya pembangunan di desa saya”, ungkap Martinus Tupang Kepala Lembang Pata’ Padang.

“Saya sudah selama 4 tahun membedah rumah tidak layak. Saya juga menyelenggarakan Pos Upaya Keselamatan Kerja, satu-satunya di Indonesia. Masyarakat saya juga menciptakan bahan-bahan untuk mengukir (namanya susuk) yang diciptakan sndiri. Cat-cat yang dipakai dari terbuat tanah liat dan alam sekitar”, ungkapnya ketika ditanya apa keunggulan lembangnya sehingga bisa mengantarkannya sampai Jakarta.

Berbagai inovasi telah dilakukan oleh Pemerintah Lembang Pata’ Padang. Dalam bidang kesehatan disamping tetap melakukan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai penyuluhan, Lembang Pata’ Padang cukup berhasil dalam melakukan gerakan bebas rokok. Kebersamaan ibu-ibu PKK dan keteladanan Kepala Lembang, Lembang Pata’ Padang bisa terbebas dari  rokok. Gerakannya dalam mengurangi kebiasaan merokok tergolong unik, yaitu dengan membangun komitmen semua pihak serta memberikan solusi melalui budaya pengganti. Yaitu menggantikan budaya merokok dengan gula-gula berbentuk dan dikemas seperti rokok yang diproduksi oleh ibu-ibu. Disamping itu setiap rumah disiapkan bumbung yang ditaruh di setiap pintu untuk mematikan rokok. Dengan budaya ini, produksi gula-gula menjadi terdongkrak, budaya merokok bisa terkikis dan kebersamaan terbangun.

“Memang sudah ada peraturan kawasan bebas merokok. Kalau tidak merokok, masyarakat saya bisa gila. Saya mencari solusi, minta ibu-ibu membuat gula-gula terbuat dari gula dan jahe”, jelasnya bersemangat.

“Senada dengan Pak Lembang, kami sangat berterimakasih bisa sampai Jakarta dalam rangka lomba desa ini. Memang benar, sudah ada banyak kawasan tanpa rokok. Namun di lembang ini ada solusi. Namanya gula-gula Co’ri.  Kalau ada orang yang masuk desa ini, akan diingatkan : “Mohon maaf pak di sini tidak lagi boleh merokok, ini pengantinya”. Solusi yang kedua, di semua rumah pasangi tempat untuk mematikan rokok, tamu baru boleh masuk rumah kalau sudah mematikan rokoknya. Rumah steril dari rokok.

Pak Lembang juga serius dalam menjaga keselamatan kerja. Mayoritas penduduk di sana adalah pandai besi. Tukang ukir rentan dengan kecelakaan. Mereka setiap bulan harus masuk UKK (Upaya Kesehatan Kerja), mirip posyandu tapi untuk para pekerja. Mereka dicek kesehatannya supaya dalam setiap hari terjaga kesehatannya. Ada lagi, Polisi ASI. Memang program ASI sudah menjadi program nasional, tapi mereka berinisiatif membentuk Polisi ASI. Tugasnya adalah mengawasi ibu-ibu dari hamil, memberikan penyuluhan setiap saat sampai melahirkan. Mereka punya posyandu Ibu Hamil juga”, papar Camat Sanggalangi Alexander Laso' Pasenggong, Skom (Red : Agt-Jam)

Komentar

Belum ada komentar

Posting comments after three months has been disabled.


shadow